Langsung ke konten utama

Wanderid, lost in wanderlust


Setiap perjalanan, entah dekat atau jauh, selalu membawa rasa penasaran, tantangan, dan kejutan yang tak terduga. Saya tertarik pada jalan yang belum pernah saya lewati, pada lanskap yang terus berubah, dan pada momen-momen sunyi yang hanya bisa ditemukan saat sedang bepergian. Di situlah saya merasa benar-benar hadir, benar-benar hidup.

Fotografi menjadi cara saya menyimpan semua itu. Lewat foto, saya tidak hanya merekam tempat, tetapi juga suasana cahaya lembut sebelum matahari terbit, jejak langkah di jalur pegunungan, hingga cerita kecil yang tersembunyi dalam pemandangan sehari-hari. Setiap foto adalah potongan waktu yang bisa saya kembali rasakan, sekaligus cerita yang bisa saya bagikan kepada orang lain.

Perjalanan ini bukan hanya soal tujuan akhir, melainkan tentang apa yang saya pelajari di sepanjang jalan tentang perspektif baru, pengalaman baru, dan rasa kagum yang selalu muncul di setiap langkah. Melalui cerita dan gambar yang saya bagikan, saya berharap bisa mengajak orang lain ikut merasakan inspirasi, keindahan, dan rasa ingin tahu yang sama.

Karena bagi saya, eksplorasi bukan sekadar tiba di suatu tempat melainkan tentang melihat lebih dalam, merasakan lebih utuh, dan menceritakan kisah dari perjalanan itu sendiri.

Komentar

  1. Mau ikutan jd teman perjalanannya juga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat kamu terpilih jadi teman perjalanan seumur hidup! jangan bosen bosen yaa

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Waktu Melambat di Sumbawa

Perjalanan ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bukanlah perjalanan singkat yang hanya meninggalkan jejak sementara. Selama dua bulan dari Juli hingga Agustus 2024 saya berada di sana karena urusan pekerjaan. Namun seiring waktu berjalan, tempat itu tidak lagi terasa seperti sekadar lokasi tugas. Ia berubah menjadi ruang pengalaman yang perlahan membentuk cara saya memandang ritme hidup, alam, dan kesederhanaan. Sejak pertama tiba, yang menyambut bukan keramaian atau kesan modern yang terburu-buru, melainkan bentang alam luas yang terasa mentah dan jujur. Perbukitan hijau berlapis-lapis membentang sejauh mata memandang, garis pantai panjang seperti tak pernah habis, dan laut biru yang memantulkan cakrawala tanpa batas. Lokasinya berada cukup jauh dari pusat kota, menciptakan jarak dari hiruk-pikuk yang biasa saya temui. Ada keheningan yang bukan kosong, melainkan penuh penuh ruang untuk berpikir, mengamati, dan merasakan. Meski jauh dari kota, kehidupan tetap bergerak. Kecamatan Lunyuk m...

Langkah Pertama Menuju Puncak, Perjalanan Mendaki Gunung Seminung

  Ada perjalanan yang tidak sekadar membawa kita berpindah tempat, tetapi mengubah cara kita melihat diri sendiri. Pendakian pada 8–9 Januari 2019 menuju puncak Gunung Seminung di wilayah Lampung Barat adalah salah satunya sebuah perjalanan yang selalu saya ingat sebagai pendakian pertama dalam hidup saya. Dengan ketinggian 1.881 mdpl, gunung ini berdiri tenang namun menantang, seolah menguji niat siapa pun yang ingin menapakinya. Saya berangkat bersama teman-teman, membawa ransel yang terasa lebih berat dari biasanya bukan hanya karena perlengkapan, tetapi juga karena rasa gugup dan antusias yang bercampur jadi satu. Ini adalah pertama kalinya saya benar-benar melangkah ke jalur pendakian, pertama kalinya saya meninggalkan kenyamanan untuk menghadapi alam secara langsung. Perjalanan dimulai dengan penuh semangat. Tawa masih sering terdengar, langkah masih ringan, dan rasa penasaran menjadi bahan bakar utama. Namun seiring waktu berjalan, jalur mulai terasa ...